Are, Ini Surat Untukmu.

Surat Untuk Ruth.

Judul Buku: Surat Untuk Ruth

Penulis: Bernard Batubara

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

Editor: Siska Yuanita

Desain cover: Marcel A. W.

Halaman: 168 halaman

Tahun terbit: 2014

ISBN13: 978-602-03-0413-7

Goodreads: di sini.

Harga: Rp 45.000,00

Ruth, aku menulis surat ini dari suatu tempat di Bali sebagai cara untuk mengenangmu. Aku menulis surat ini juga untuk mengekalkan perjalanan kita yang teramat singkat, bagaikan pemandangan senja di Jembarana yang kulihat saat pertama kali bertemu denganmu. Indah, namun sesaat. Cantik, namun sebentar. Memukau, namun begitu lekas menghilang. Seperti kamu.

Seperti kita.

Dear Are,

Terima kasih karena telah memperbolehkanku membaca surat-suratmu untuk Ruth, kekasihmu itu. Sebagai gantinya, aku menulis surat ini untukmu. Aku ingin kamu mengetahui perasaanku saat membaca surat-suratmu itu, jadi, boleh, ya, kalau aku bercerita sedikit?

Are, membaca suratmu, aku jadi tahu satu hal. Bahwa mencintai itu, bukan soal seberapa lama kita bersama orang yang kita cintai, melainkan seberapa banyak kenangan yang dapat kita kenang tentangnya. Kenanganmu tentang Ruth, tentu saja, begitu banyak jumlahnya hingga kau bisa menulis surat sepanjang itu. Dengan judul-judul cantik, pula.

Are, pada fase pertama kisahmu dengan Ruth, aku dilanda bosan. Kok datar-datar saja, pikirku. Pertemuanmu pertamamu dengan Ruth, yang dilanjut dengan ajakan-ajakan untuk ngopi, atau sekedar jalan-jalan, menurutku biasa-biasa saja. Namun, entah apa yang membuatku terus membaca. Membaca hingga aku sampai pada fase kedua perjalananmu dengan Ruth. Fase di mana kamu dan Ruth mulai intens berkomunikasi.

Pada fase kedua ini, Are, semangatku mulai tumbuh kembali. Karena, hubungan kalian sedang manis-manisnya. Dan hal itu membuatku sempat berharap akan akhir yang bahagia. Namun, harapanku kamu hempaskan ke tanah kuat-kuat pada fase ketigamu bersama Perempuan Victorinox-mu itu.

Ini fase yang menegangkan bagiku, karena kalian sudah menjadi sepasang kekasih. Aku kembali menerka-nerka akhir hubungan kalian, yang bagiku, masih menjadi sebuah misteri. Aku meneteskan airmata ketika Ruth dan kamu harus berpisah di Ubud. Ruth meninggalkanmu, Are. Ruth meninggalkanmu dengan luka yang menganga. Perempuan itu kembali pada pelukan Abimanyu, karena suatu alasan yang menurutku, klise.

Ruth akan menikah dengan Abimanyu. Saat itu, kamu sedang sibuk menulis catatan menjelang pernikahannya. Isinya, tentang bagaimana kamu ingin melupakannya. Kamu mengobrol dengan Bli Nugraha, lalu, Bli Nugraha menyarankan untuk menulis daftar, tentang apa saja. Tapi, kamu memilih untuk membuat daftar tentang Ruth. Ada tiga daftar yang kamu tulis, Are. Tiga daftar yang sukses membuatku meneteskan airmata lagi. Terutama, daftar kedua yang kamu tulis, tentang hal-hal yang harus kamu syukuri setelah kekasihmu itu pergi.

Are, sekarang aku tahu mengapa Ruthefia Milana menunggu senja. Ia menunggumu untuk kembali, walaupun kamu tak akan pernah kembali.

Dikirim bersama senja,

Charlenne Kayla.

[P.S] Salah satu ucapan Bli Nugraha padamu mengingatkanku pada lagu ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s